[24/11/2006, 10:34:49]
Amblesnya tanah (subsidence) di sekitar semburan lumpur liar di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, sudah sedalam lima meter. Angka itu diukur dari jaringan tujuh global positioning system (GPS) yang ditanam dalam radius dua kilometer dari pusat semburan.
"Itu angka dua hari lalu, besok mungkin sudah nambah lagi," kata Edy Sunardi, pakar geologi yang juga Ketua Departemen Pengembangan Ilmu di Ikatan Ahli Geologi Indonesia, kemarin.
Edy menjelaskan, tiga bulan lalu, subsidence baru terukur sejauh 30 cm. Saat itu sebagian ahli geologi masih ragu apakah itu menandakan tanah ambles atau sekadar mampat karena menanggung beban berat berupa tanggul-tanggul dan peralatan berat di atasnya. "Sekarang ternyata sudah lima meter. Kalau mampat tidak mungkin secepat itu," katanya.
Tiga bulan lalu, Edy mengungkapkan, kekhawatiran terhadap jaringan pipa gas sebenarnya sudah diperhatikan bersama rencana pemindahan rel kereta api dan jalan tol. Saat itu pula, Edy menambahkan, tidak ada yang mengira dampaknya bakal sudah menjadi nyata sangat cepat. "Kami kan tidak bisa memperkirakan," katanya sambil menambahkan sebaiknya warga juga harus dievakuasi saat ini juga.
Untung Sumotarto, pakar geologi dan perminyakan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, menegaskan pipa gas meledak karena peristiwa subsidence itu. Amblesnya tanah, menurutnya, menyebabkan pipa seperti tergantung. "Efeknya pipa yang sudah menangung beban tanggul pasir dan batu di atasnya itu mengalami tarikan dari kedua ujungnya (strain)," jelasnya.
Efek tekanan dan tarikan itu boleh jadi diperparah dengan suhu air lumpur yang tinggi di sekitar pipa, sifat kimia lumpur yang menyumbang korosi pada pipa, dan tekanan gas yang juga tinggi di dalam pipa. "Wajar kalau pipa retak bahkan patah," katanya.
Untung menambahkan, biarpun subsidence hanya terjadi lokal (di sekitar pusat semburan), efeknya bisa lebih jauh. Rel kereta api yang melengkung dan retaknya ruas jalan tol adalah efek yang sama seperti yang dialami pipa gas.
sumber:www.tempointeraktif.com
















