SMS Keluarga Sakinah
Pasarmuslim.com
berdiri sejak 6 September 2002
Setujukah Anda,Jika Indonesia Mengambil Kembali Kebudayaan yg diambil Malaysia ?
Setuju
Biarkan Saja
Tidak Setuju

Jadwal Waktu Shalat

Jadwal Shalat
Sabtu, 31 Juli 2010
Untuk DKI Jakarta
Dan Sekitarnya

Shubuh
04:46
Terbit
06:05
Zhuhur
12:00
Ashar
15:23
Maghrib
17:56
Isya
19:08

 

Info Pasarmuslim.com
Sebagian Masyarakat Timor Leste Sesali Pisah dengan NKRI
[24/11/2006, 10:47:38]

Sebagian besar masyarakat Timor Leste yang telah memperoleh kemerdekaan melalui referendum mulai menyesali perpisahannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Yang menikmati kemerdekaan Timor Leste hanyalah kelompok tertentu saja, sementara kehidupan mayoritas masyarakat Timor Leste yang tersebar di berbagai pelosok desa kian menderita, ketidakstabilan keamanan terjadi hingga saat ini," kata Ny Domingos kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Ny Domingos yang kebetulan datang berkunjung ke Mataram guna menjenguk saudaranya menuturkan, kehidupan masyarakat Timor Leste setelah merdeka dibandingkan saat menjadi bagian integral dengan NKRI, sangatlah memprihatinkan.

Sehingga sebagian besar penduduk pedesaaan Timor Leste yang hidup dimasa integrasi dengan NKRI merasa menyesal, mereka berkeinginan untuk kembali merasakan hidup bebas seperti dulu.

Masyarakat Timor Leste dalam dua tahun terakhir merasakan hidup tidak aman di negaranya sendiri, karena pertikaian antara kelompok khusunya masyarakat Timor Leste bagian Timur dengan masyarakat Timor Leste bagian Barat hingga saat ini belum reda.

Sehingga hampir setiap hari terjadi pertikaian kelompok yang menyebabkan tewasnya sejumlah warga Timor Leste, suasana itu telah menyebabkan banyak pengusaha dari Indonesia (Jakarta, Surabaya, Kupang dan Atambua) yang terpaksa meninggalkan kota Dili.

Disamping itu, biaya hidup di negara Timor Leste yang baru merdeka tersebut cukup tinggi, harga BBM jenis premium maupun minyak tanah harganya dua kali lipat dari harga yang ada di Indonesia.

Harga eceran premium bisa mencapai 2,5 dolar US atau setara dengan Rp15.000 perliter, demikian juga harga minyak tanah bisa mencapai hampir Rp10.000/liter, sehingga minyak tanah tersebut banyak yang didapat dari daerah perbatasan melalui para pelintas batas.

"Kondisi kehidupan mereka yang kian sulit itu, menyebabkan sebagian dari mereka sering mengungkapkan rasa penyesalan berpisah dengan NKRI, karena dimasa integrasi masyarakat Timor Leste memiliki kehidupan yang lebih baik padahal tujuan mereka merdeka sebelumnya agar mendapatkan kehidupan yang lebih dibanding sebelumnya," katanya.

Menjawab pertanyaan, Ny Domingos menyatakan hingga kini belum ada perubahan pembangunan yang dilakukan pemerintahan Presiden Xanana Gusmao, karena bangunan-bangunan yang terbakar dimasa jajak pendapat tahun 1999, tidak satupun yang diperbaiki.

Bangunan peninggalan orang-orang Indonesia tersebut hingga kini masih tampak jelas, tidak ada upaya rehabilitasi sehingga sekarang situasinya semakin kacau karena disaat terjadi konflik hingga lengsernya Perdana Menteri Mari Al-Katiri beberapa bulan lalu, banyak bangunan yang dibakar sehingga suasana kota Dili kian mencekam.

Kondisi itu banyak mengakibatkan pengusaha yang datang dari Indonesia terpaksa meninggalkan kota-kota di Timor Leste, karena sudah tidak tahan.

Menurut cerita Ny Domingos, selain mereka terpaksa mengalami kerugian besar karena tempat usahanya banyak yang dijarah pada saat kerusuhan, merekapun tidak tahan menghadapi ganasnya pertikaian antar kelompok yang hingga kini belum bisa diatasi aparat keamanan yang dibantu tentara asing.

"Konflik perang saudara sekarang lebih sadis dibanding saat jajak pendapat dulu, membunuh sesama warga Timor Leste yang berbeda kelompok kerap terjadi, bahkan wanita hamilpun tidak segan-segan dibunuh," katanya.

Mengenai fasilitas kesehatan, Ny Domingos menyatakan, rumah sakit peninggalan Pemerintah Indonesia di Bidau itu tidak optimal, karena tenaga dokternya sangat minim dan tidak jarang mereka lari berobat ke Kupang (NTT).

Bagi keluarga yang kurang mampu, tentunya bisa dibayangkan kemana mereka akan pergi berobat, sedang yang datang berobat ke Kupang itu adalah keluarga yang punya banyak uang.

Sedangkan rumah sakit milik TNI dulu, kini diperuntukkan bagi warga asing yang bertugas di Timor Leste, jadi fasilitas kesehatan masyarakat sangat minim.

Suasana keamanan yang kurang kondusif tersebut diperkirakan kian memanas, sehubungan akan dilangsungkannya Pemilihan Umum tahun 2007.

"Banyak warga Timor Leste yang ingin keluar, tetapi terbatas oleh penjagaan yang kian ketat di daerah perbatasan, demikian juga pengusaha dari Atambua ke Dili kian jarang karena mereka takut," katanya.

sumber:www.media-indonesia.com

Lainnya:

   : : P E L U A N G

H I K M A H

Kasih Sayang dan keadilan dalam Islam


Nabi SAW bersabda:

"Hubungilah orang yang telah memutuskan engkau, dan berilah kebaikan kepada yang telah berbuat jahat kepada engkau, dan katakanlah (berbicaralah) dengan hak (yang sebenarnya) walaupun terhadap dirimu sendiri." (Ibn Najar)

Things to tink

Islam mengajak kita untuk menjauhi segala macam dendam dan kebencian. Ini adalah bukti bahwa Islam adalah agama kasih sayang. Bukan hanya menghindari dendam, Islam justru mengajari kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Jika ada yang menjauhi kita dan memutus tali silaturrahmi, kita diharapkan pro aktif untuk memeperbaiki dan mebangun hubungan yang lebih baik. Ini adalah sisi kasih sayang Islam.

Di sisi yang lain, Islam mengajarkan juga keadilan dan tak ada manipulasi kebenaran dalam bentuk apa pun dan kepada siapa pun. Bahkan kepada diri sendiri pun, keadilan tetap harus ditegakkan.

Sungguh Islam adalah agama yang penuh keseimbangan. Wa Allahu A′lam.

 

 Cari Iklan:
 

Search Produk Halal

Daftar ke Milist
Pelanggan Pasarmuslim


Powered by Prima Solusi